Jam pasang iklan

Ini Jam Tayang Iklan Paling Potensial Menghasilkan Direct Sales

Diposting pada

Banyak perusahaan rela menghamburkan banyak uang untuk beriklan di berbagai media online. Sebagaian besar pengiklan menargetkan direct sales agar dapat langsung dikonversi menjadi keuntungan. Agar iklan bisa berjalan optimal dan menghasilkan profit yang berlipat, maka jam tayang iklan di media online harus dilakukan pada waktu yang tepat. Berikut ini hasil riset terpercaya yang bisa menjadi acuan Anda dalam beriklan di media online.

Nielsen Holdings plc, sebuah perusahaan pengukuran dan analisa data konsumen dan pasar di seluruh dunia baru saja meluncurkan sebuah riset perilaku konsumen di Indonesia dalam berbelanja online. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan berbelanja online mencapai puncaknya di jam kerja atau sekitar pukul 09.00-15.00 setiap harinya. Data tersebut tentu saja dapat menjadi referensi bagi perusahaan yang beriklan dengan menargetkan direct sales.

Dari Nielsen Digital Consumer 2019, dalam 1 bulan terakhir 67% online shopper dapat menghabiskan Rp 50.000 – Rp 500.000 untuk berbelanja online. Kategori yang paling banyak dibeli netizen adalah kategori produk fashion (72%), disusul kategori makanan dan minuman (42%), gadget / elektronik (41%), lalu kebutuhan sehari hari dan kategori kosmetik/perawatan wajah dengan masing-masing 40%.

Jam tayang iklan
Ilustrasi Belanja Online, Foto Unsplash

Melihat lebih dalam tren belanja online, metode pembayaran pun kini telah beralih menggunakan pembayaran digital yang dikenal dengan e-wallet. Sebanyak 56% netizen kini telah memilih menggunakan metode pembayaran digital (e-wallet) hampir setiap hari. Kebanyakan dari mereka dengan 81% netizen menggunakan pembayaran digital (e-wallet) ini untuk membayar makanan dan minuman.

Baca juga:

Disusul dengan 72% netizen yang menggunakan e-wallet untuk transaksi transportasi dan sekitar 41% netizen menggunakan untuk membayar tagihan-tagihan (kartu kredit, listrik, air, dsb.). Aplikasi e-wallet yang digunakan pun sangat beragam, namun OVO terlihat lebih dominan dengan 80% pengguna.

Untuk keperluan menonton video, selain Youtube ada banyak pilihan platform maupun situs baik yang gratis maupun yang berlangganan. Namun Youtube adalah platform yang paling banyak digunakan netizen (68%) untuk menikmati konten acara TV atau film.

Terkait mendengarkan musik di internet, rupanya platform sharing musik dan aplikasi musik yang premium masih sangat digandrungi oleh netizen. 67% netizen mendengarkan musik atau radio melalui platform sharing seperti Youtube atau Dailymotion. Sedangkan 57% netizen memilih melalui aplikasi musik freemium seperti Spotify, Joox, Apple Music dsb.

Sebanyak 98% netizen menggunakan perangkat smartphone untuk mengakses internet dalam 2 tahun terakhir, menurut hasil temuan Nielsen Digital Consumer 2019 yang dirilis hari ini oleh Nielsen Media Indonesia. Disusul dengan laptop yang diakses oleh 65% netizen dan 55% netizen menggunakan desktop PC.

Namun netizen yang mengakses melalui smart tv mengalami peningkatan yang cukup signifikan (17%) di tahun 2019 dibandingkan tahun 2017 (7%). Netizen di Indonesia menunjukkan sebagian besar waktu mereka di internet untuk mengakses sosial media.

Digital Consumer Survey 2019 adalah online survey terhadap pengguna internet (yang mengakses internet 1 bulan terakhir) pada 9 kota besar (Greater Jakarta, Greater Bandung, Greater Surabaya, Greater Semarang, Greater Yogyakarta, Greater Denpasar, Medan, Makassar, Palembang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *