http://idrbizz.com/2019/04/5-bisnis-rumahan-paling-menguntungkan-bagi-ibu-rumah-tangga.html

5 Bisnis Rumahan Paling Menguntungkan bagi Ibu Rumah Tangga

Diposting pada

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak bisa berusaha atau berbisnis. Dari dalam rumah, perempuan-perempuan perkasa ini mampu menghasilkan uang yang tak sedikit. Dengan menjalankan bisnis rumahan, ibu rumah tangga tak lagi hanya bergantung pada pendapatan suami.

Perempuan-perempuan yang menjalankan bisnis rumahan mampu mengatasi stereotip negatif ibu rumah tangga yang digambarkan hanya menggantungkan hidup pada suami semata. Salah besar. Di luar sana, tak terhitung pengusaha-pengusaha wanita sukses yang bisa menjalankan bisnisnya hanya dari dalam rumahnya.

Jiwa entrepreneur tak akan terhalang oleh ruang dan waktu. Dari dalam rumah, ide-ide bisnis yang gemilang bisa dijalankan. Jangan pernah meragukan kekuatan mereka. Ketika sudah ada kemauan, emak-emak kadang tak bisa dilawan. Apalagi, kalau mereka melampiaskannya dalam bentuk bisnis rumahan.

Lagipula menjadi ibu rumah tangga kadang kala cuma sebuah pilihan. Di sekitar kita, banyak perempuan-perempuan cerdas yang sebelumnya memiliki karir yang cemerlang di perusahaan tapi memilih keluar agar bisa fokus mendidik anak-anaknya di rumah. Tempat mereka sekarang di rumah, tapi otak cerdas mereka tak akan berhenti bekerja mencari ide-ide bisnis rumahan tanpa harus meninggalkan anak-anak.

Superwoman tak melepaskan kodratnya sebagai seorang wanita untuk melahirkan dan membesarkan anak. Pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci baju, merapikan rumah tetap bisa dikerjakan. Sembari menjalankan bisnis rumahan, anak-anak tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup. Tidak akan ada yang dikorbankan.

Tanpa meninggalkan rumah, seorang ibu rumah tangga bisa menghasilkan uang dalam jumlah banyak. Bahkan bukan cerita baru, jika sebagian ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis rumahan bisa memiliki penghasilan melebihi suaminya yang bekerja kantoran.

Dengan menjalankan bisnis rumahan, seorang ibu rumah tangga juga tidak akan kehilangan passion meski tak lagi bekerja kantoran. Ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah dengan gelar sarjana yang melekat juga tidak akan sia-sia. Tak akan ada tetangga yang mencela dan menyalahkan seorang sarjana yang ujung-ujungnya hanya menjadi ibu rumah tangga.

Maaf, mereka yang menjalankan bisnis rumahan bukan sekedar ibu rumah tangga. Kini mereka jadi pahlawan keluarga yang membantu suami membiayai segala kebutuhan sehari-hari. Wahai suami, hargailah istrimu yang masih menyempatkan diri menjalankan bisnis rumahan di sela-sela kesibukannya mengurus anak-anak.

Untuk ibu rumah tangga yang baru mengawali bisnis rumahan, jangan dulu melihat seberapa besar hasilnya. Ingat, cukup banyak pengusaha yang mampu menghasilkan omzet miliaran rupiah bermula dari bisnis rumahan kecil-kecilan.

Meskipun keuntungannya masih kecil di permulaan, meskipun jenis usaha yang digeluti masih recehan, tak perlu malu. Proses tak akan pernah menghianati hasil. Jika kita serius menjalankan bisnis rumahan, peluang ke depan akan semakin terbuka. Dari bisnis yang kecil, pintu-pintu bisnis lainnya yang lebih besar akan menanti. Dari menjalankan bisnis rumahan yang sederhana, Anda sedang membuka peluang membangun home industry.

Jangan pernah meremehkan sebuah bisnis rumahan seberapapun kecilnya bisnis itu. Sudah menghasilkan uang sendiri dari rumah pun sudah merupakan kebahagian. Kalau keuntungan masih kecil, paling tidak seorang ibu rumah tangga tak perlu minta uang suami jika anak-anak minta jajan bakso. Tak perlu minta suami jika butuh uang buat beli perlengkapan make up. Tak perlu minta uang suami jika butuh uang buat beli baju baru.

Jika kelak pendapatan sudah besar, toh suami juga yang akan terbantu. Ada yang bilang uang suami uang istri, tapi uang istri uang istri sendiri. Tapi dalam kehidupan rumah tangga yang kian kompleks, seorang istri kadang kala harus bersama-sama suami menopang biaya hidup dalam berumah tangga. Apalagi biaya hidup selalu naik tiap tahun.

Peran ibu rumah tangga pun menjadi sangat penting. Bukan inferior di hadapan suami. Tapi bukan ingin menjadi superior dari suaminya. Suami dan istri ada untuk saling melengkapi. Sumber pendapatan juga bisa dikumpulkan dari suami dan juga istri lewat bisnis rumahan.

Ibu rumah tangga yang bijak mari bangkit menatap masa depan. Buka luas-luas cakrawala berpikirmu, biarkan ide bisnis yang gemilang masuk menerangi jalanmu. Niscaya, kehidupan rumah tangga ikut bahagia.

Ide-ide bisnis rumahan bisa datang dari mana saja. Apa yang yang akan dibahas dalam tulisan ini hanya bisnis rumahan yang jamak digeluti ibu rumah tangga. Ini mungkin baru sebatas bisnis rumahan permulaan. Karena di luar sana, banyak bisnis rumahan yang lebih wah dengan potensi yang lebih besar.

Tapi sekali lagi, semuanya harus dimulai dari yang kecil sebelum bisa meraih sesuatu yang besar. Jadi tak ada salahnya mencoba bisnis rumahan yang paling banyak dijalankan oleh ibu rumah tangga ini. Selain modal yang dibutuhkan relatif kecil, bisnis rumahan ini juga gampang diduplikasi atau ditiru. Bahkan beberapa bisa dijalankan nyaris tanpa modal.

Berikut ini, lima bisnis rumahan paling banyak dijalankan oleh ibu rumah tangga yang bisa di-copy paste dengan mudah dan cepat:

1. Bisnis Olshop

Online Shop atau Olshop atau belanja online kini sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Masyarakat dimudahkan dengan adanya perangkat telepon seluler canggih saat ini. Dengan jaringan internet yang juga semakin membaik, mereka tak perlu repot keluar rumah untuk berbelanja.

Berbelanja atau shopping, kata-kata itu sebenarnya identik dengan ibu-ibu rumah tangga sosialita. Ibu-ibu rumah tangga memang paling suka berbelanja. Tak harus berbelanja barang branded, akitivitas berbelanja apa saja mereka suka. Jadi ibu rumah tangga yang tak bisa mengontrol belanja akan menjadi sangat boros. Sebaliknya, ada pula ibu-ibu rumah tangga yang justru memanfaatnya sebagai peluang bisnis rumahan dengan menjadi penjual.

Menjadi penjual di bisnis Olshop sangat mungkin dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Dengan bisnis rumahan menjual barang secara online, maka ibu rumah tangga tak perlu repot harus keluar rumah dan menjajakan dagangannya. Jika ada yang beli produk, dia baru akan mengirimkannya ke agen ekspedisi seperti JNE, J&T, Pos Indonesia, Si Cepat dan lain-lain. Malahan, sekarang banyak agen ekspedisi yang jemput bola ke tempat customer yang sudah langganan, jadi barang yang akan dikirim diambil langsung ke rumah.

Baca juga: Gampang Ditiru, 10 Peluang Usaha bagi Milenial Modal Kecil Untung Besar

Ibu rumah tangga yang baik. Potensi bisnis Olshop sangat besar. Di luar sana, banyak perusahaan-perusahaan e-commerce yang menawarkan ratusan ribu bahkan jutaan produk. Tapi Anda tak perlu khawatir, tak semua orang belanja dari e-commerce besar. Peluang bisnis Olshop tetap besar.

Lihat saja, Indonesia memiliki jumlah penduduk 260 juta jiwa. Mereka yang berusia dewasa hampir semuanya memiliki ponsel android yang tersambung dengan internet. Dari jumlah tersebut, tak semuanya familiar dengan belanja online. Di sisi lain, mereka sudah memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Olshop karena mendengar pengalaman orang lain yang sudah biasa berbelanja online.

Ini potensi pasar yang sangat besar ibu-ibu. Di daerah-daerah yang cukup jauh dari perkotaan, orang-orang kesulitan jika ingin mendapatkan barang-barang tertentu. Solusi terbaiknya adalah berbelanja online. Dalam hal ini, peluang bisnis rumahan Olshop bagi ibu rumah tangga masih terbuka lebar.

Bisnis rumahan ini memang paling banyak digemari oleh ibu rumah tangga. Mereka bisa berjualan lewat media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Bisnis online ini juga bisa dilakukan dengan membuat website sendiri untuk memasarkan produknya. Atau, berjualan di marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Shopee dan lain-lain.

Untuk berbisnis Olshop, Anda harus memilih jenis produk yang banyak dicari oleh konsumen. Riset sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membuka marketplace seperti Tokopedia atau Shopee. Masukan kata kunci tertentu di kolom pencarian produk misalnya tas wanita. Dari sana, persempit pencarian dengan sort pada produk terlaris. Dengan berjualan produk yang sedang banyak dicari, maka peluang barang kita terjual akan lebih besar.

Jika sudah menemukan barang yang banyak dicari orang, selanjutnya Anda harus mencari pemasok atau supplier barang tersebut. Supplier juga bisa ditemukan secara online dari marketplace atau tempat lain. Biasanya untuk mendapatkan selisih harga kita harus membeli dalam bentuk grosir.

Risiko bisnis rumahan jenis ini adalah adanya stok barang. Jika barang belum terjual maka modal kita akan tertahan di barang stok tersebut. Maka strategi pemilihan produk yang akan dijual sangat penting agar tidak ada stok yang menumpuk. Maklum, jika stok terus menumpuk maka tidak ada perputaran uang untuk berbelanja produk lagi.

Bisnis rumahan Olshop juga bisa dijalankan dengan risiko yang minim. Dalam hal ini, Anda tidak perlu melakukan stok barang sehingga tidak ada risiko modal yang tertahan. Caranya adalah dengan sistem dropship. Dropship adalah bisnis jual beli secara online di mana kita tidak perlu melakukan stok barang, tidak perlu melakukan pengemasan barang dan tidak perlu mengirimkan barang.

Pekerjaan tersebut akan dilakukan semuanya oleh supplier barang kita. Namun enaknya menjadi dropshiper, pengiriman barang akan dilakukan atas nama toko kita. Sedangkan harga bisa dinaikkan sesuka hati sejauh masih laku di pasaran. Anda bisa menentukan bisnis rumahan Olshop mana yang lebih cocok.

2. Bisnis Laundry

Bisnis laundry juga menjadi salah satu bisnis rumahan yang banyak digeluti oleh ibu rumah tangga. Mencuci pakaian memang sudah menjadi kegiatan rutin ibu-ibu rumah tangga di rumah. Tapi kali ini, aktifitas mencuci pakaian menjadi bisnis rumahan yang bisa menghasilkan uang jutaan rupiah.

Bisnis laundry sangat memungkinkan untuk dijalankan dari sebuah rumah. Apalagi bagi Anda yang tinggal di perumahan yang mayoritas warganya bekerja di kantor. Mereka yang bekerja seharian di luar rumah akan kehabisan waktu untuk menggarap pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan menyeterika baju. Pada akhirnya, mereka memilih untuk membawa baju kotor ke laundry terdekat.

Para karyawan akan lebih baik mengeluarkan uang untuk membayar jasa laundry ketimbang repot mencuci pakaian di sela-sela kesibukkannya bekerja. Selain itu, sebagian orang merasa tidak mahir mencuci sehingga lebih memilih membawa pakaian kotornya. Dengan dibawa ke laundry, dia merasa pakaiannya bisa dicuci lebih bersih.

Bisnis rumahan ini juga cocok jika lingkungan rumah Anda dekat dengan kampus dan kos-kosan mahasiswa. Saat ini, sebagian besar anak kos memilih mencuci pakaiannya di laundry. Apalagi tarif londri kiloan masih cukup murah.

Tarif laudry kiloan di perumahan sekitar Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram (kg). Tapi biasanya londri kiloan memberlakukan minimal order 2 kg. Jadi jika ada yang mencuci bajunya kurang dari 2 kg tetap akan dikenakan tarif minimal setara 2 kg.

Di sisi lain, untuk laundy kiloan jarang sekali yang mencuci bajunya kurang dari 2 kg. Rata-rata pelanggan akan menyerahkan baju kotor untuk dicuci 3 kg hingga 5 kg. Jadi satu orang pelanggan saja minimal akan mengeluarkan uang Rp 21 ribu hingga Rp 30 ribu sekali cuci. Sedangkan rata-rata, mereka mencuci baju dua kali dalam seminggu. Jadi dalam sebulan, satu orang pelanggan bisa mengeluarkan uang Rp 168 ribu hingga Rp 240 ribu.

Jika Anda memiliki 30 orang pelanggan saja, omzet bisnis laundry rumahan yang diperoleh sekitar Rp 5,04 juta hingga Rp 7,20 juta per bulan. Sedangkan jika jumlah pelanggannya mencapai 100 orang, omzet bisnis rumahan ini sekitar Rp 16,80 juta hingga Rp 24 juta. Sangat menggiurkan bukan?

Namun Anda juga harus memperhitungkan biaya pengeluarannya seperti listrik, air, gaji karyawan, deterjen dan pewangi. Setidaknya dari bisnis laundry rumahan ini, Anda bisa menghasilkan keuntungan bersih minimal 30 persen.

Yang pasti bisnis rumahan ini masih sangat prospektif karena kini orang menghendaki sesuatu yang praktis termasuk dalam hal mencuci dan menyetrika baju. Bagi ibu rumah tangga, bisnis laundry sangat mungkin untuk dijalankan tanpa harus kehilangan waktu untuk mengerjakan pekerjaan rutin rumah tangga.

3. Bisnis Les Privat

Di luar sana, banyak perempuan yang terpaksa harus keluar kerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga agar bisa fokus merawat dan mendidik anak-anak. Meski berstatus sebagai ibu rumah tangga, perempuan-perempuan ini memiliki pendidikan sarjana bahkan pasca sarjana. Untuk itu, sangat disayangkan jika ilmu yang dimiliki tidak dimanfaatkan.

Alasan itulah yang melatarbelakangi ibu rumah tangga membuka usaha les privat bagi anak-anak sekolah. Dengan bekal ilmu yang dimiliki, dia bisa menawarkan jasa les privat mata pelajaran sekolah ke masyarakat sekitarnya.

Bisnis rumahan ini sangat menjanjikan karena semua orang tua ingin anaknya berhasil dalam pendidikan. Anak-anak memang sudah mendapatkan pendidikan formal di sekolah. Namun dengan jumlah siswa yang banyak di sekolah tentu saja guru tidak akan bisa memberikan perhatian lebih pada semua siswa.

Jika ada murid yang ketinggalan atau tidak menguasai pelajaran tertentu, maka orang tua di rumah harus membimbingnya sendiri. Sayangnya tidak semua orang tua memiliki pengetahuan yang cukup untuk mendidik anaknya. Selain itu, tidak semua orang tua memiliki waktu untuk membimbing anak sekedar untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Untuk itu, jasa les privat pelajaran sekolah sangat dibutuhkan. Para orang tua rela mengeluarkan banyak duit dengan menyerahkan anaknya untuk dididik oleh orang yang memang berkompeten di bidang tersebut. Dengan demikian, peluang bisnis rumahan jasa les privat pelajaran sekolah terbuka lebar.

Bisnis rumahan les privat ini bisa dilakukan di rumah sendiri. Sedangkan mata pelajaran yang diberikan ke anak didik bisa disesuaikan dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Untuk sarjana matematika, tentu saja dia bisa membuka les mata pelajaran matematika. Sedangkan sarjana bahasa bisa mengajarkan mata pelajaran bahasa Inggris.

Dalam bisnis rumahan ini, Anda juga bisa menawarkan les pelajaran umum bagi anak sekolah dasar. Karena tingkat kesulitan mata pelajaran SD masih rendah, jadi biasanya seorang yang bergelar sarjana tidak akan kesulitan jika harus mengajarkan semua pelajaran SD bagi anak didik.
Jika sudah memiliki banyak murid, Anda bisa merekrut pengajar untuk membantu mengajar para murid.B

4. Bisnis MLM

Bisnis jaringan atau multi level marketing atau MLM juga menjadi bisnis rumahan paling banyak dijalankan oleh ibu-ibu rumah tangga. Dengan menjalankan bisnis ini, seorang ibu rumah tangga bisa berjualan produk tanpa harus mengeluarkan modal untuk membeli stok terlebih dahulu. Selain mendapatkan keuntungan dari produk yang dijual, mereka juga bisa mendapatkan bonus-bonus dari jaringan marketing yang telah direkrut.

MLM adalah bisnis rumahan yang legal dan halal. Dengan catatan, MLM tersebut memang memiliki produk dan jasa untuk dijual dalam jaringan pemasaran tersebut. Jadi keuntungan yang diperoleh anggota berasal dari penjualan barang dengan harga yang wajar. Bukan dari hasil merekrut orang semata.

Dalam transaksi jual beli, syarat utamanya adalah adanya produk yang dijual, adanya penjual dan adanya pembeli. Penjual akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga produk yang dijualnya dengan harga modal. Dalam hal ini, MLM juga memiliki prinsip jual beli yang sama. Bedanya adalah penjual atau pemasaran produk dilakukan dalam jaringan, di mana keuntungannya akan dibagi sesuai dengan level keanggotannya.

Harap berhati-hati dengan bisnis yang mengaku MLM, tapi sebenarnya money game atau permainan uang. Dalam hal ini, MLM tersebut tidak menjual barang riil. Seorang anggota hanya akan mendapatkan keuntungan jika berhasil merekrut anggota.

Baca juga: Waspadai Tawaran Investasi Too Good To Be True, Ujung-Ujungnya Pasti Bodong

Sebagai contoh, biaya pendaftaran keanggotaan sebesar Rp 1 juta. Dari jumlah tersebut, anggota yang merekrut anggota baru akan mendapatkan Rp 300 ribu atau 30 persen dari uang pendaftaran tersebut. Semakin banyak merekrut orang, maka pendapatan yang diperoleh semakin besar tanpa harus menjual apapun. Sebaliknya jika tidak ada anggota baru yang direkrut tidak ada uang yang dibayarkan ke anggota lama, termasuk untuk membayarkan modal awal. Hati-hati dengan scam model tersebut.

Sebelum ibu rumah tangga mendaftar MLM, pastikan untuk mengecek legalitas perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan MLM resmi akan terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Mereka yang terdaftar di APLI sudah dicek terlebih dahulu agar memenuhi syarat sebagai MLM bukan money game.

Ibu rumah tangga bisa bergabung dengan beragam MLM sesuai dengan minatnya. MLM yang cukup populer bagi ibu rumah tangga misalnya di bidang kosmetik, peralatan makan, fesyen dan obat herbal. Pastikan MLM yang akan diikuti memiliki stokis atau distributor untuk berbelanja yang lokasinya dekat dengan rumah Anda.

Pemasaran produk MLM bisa dilakukan lewat media sosial, arisan, atau komunitas ibu rumah tangga di lingkungan sekitar. Selain mengajak orang lain untuk berbelanja, jangan lupa untuk menawarkan mereka untuk bergabung menjadi anggota. Keuntungan berjualan produk MLM rata-rata 30 persen, sedangkan bonus-bonus yang diperoleh berupa produk spesial, uang atau perjalanan wisata.

5. Bisnis Katering

Usaha katering rumahan bisa menjadi pilihan menarik bagi ibu rumah tangga. Bisnis rumahan ini juga menjadi salah satu yang paling banyak dijalani oleh ibu rumah tangga. Jika sebelumnya ibu rumah tangga hanya membuat makanan dan minuman untuk kebutuhan keluarganya, kini mereka bisa memanfaatkan hobi memasak, membuat roti dan kue untuk berbisnis.

Bisnis rumahan ini menjanjikan peluang yang tak akan ada habisnya. Bisnis ini memang paling banyak digeluti dengan tingkat persaingan yang tinggi. Namun hal tersebut sejalan dengan pasarnya yang sangat besar.

Baca juga: Cara Mendapatkan Makan Siang Gratis dari Kulina Setiap Hari

Selain itu, bisnis makanan tak akan pernah mati meskipun dalam kondisi krisis ekonomi. Dalam situasi sulit, orang cenderung mengurangi pengeluaran untuk biaya kebutuhan yang lain, tapi tidak akan mengurangi kebutuhan untuk makan dan minum.

Bisnis catering juga didukung dengan gaya hidup masyarakat sekarang yang cenderung instan dalam mendapatkan sesuatu. Untuk kebutuhan konsumsi berbagai acara khusus seperti hajatan, syukuran, arisan, rapat dan sebagainya, orang cenderung memilih untuk memesan makanan katering ketimbang memasaknya sendiri.

Terutama bagi mereka yang waktunya habis di kantor, mereka tidak akan punya waktu untuk menyiapkan masakan dalam jumlah besar untuk acara-acara tertentu. Pilihan paling logis adalah memesan jasa katering. Ada juga sebagian orang yang lebih memilih pesan makanan dari katering karena rasanya yang lebih enak.

Bisnis katering cocok dijalankan oleh ibu rumah tangga. Dengan menjalankan bisnis katering, seorang ibu rumah tangga tidak perlu harus bepergian untuk menghasilkan uang. Apalagi rata-rata orang memesan katering dalam jumlah besar. Dengan demikian, bisnis katering menjanjikan keuntungan yang besar hingga 50 persen dari modal. Bisnis katering juga minim risiko karena Anda hanya akan membuat makanan jika sudah ada yang memesan dan membayar uang muka.

Dalam mengawali bisnis katering, Anda bisa mulai dengan menawarkan jasa katering untuk acara-acara lingkungan di sekitar RT atau RW. Anda juga bisa mempromosikan bisnis katering lewat media sosial seperti Instagram, Twiter dan Facebook.

Happy Cuan !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *