5 Mitos yang Salah Tentang Whaff Rewards

Posted on
http://www.whaffindonesia.com/2016/01/5-mitos-yang-salah-tentang-whaff-rewards.html

Whaff Rewards bisa disebut sebagai salah satu aplikasi android paling populer di Indonesia sejak tahun 2015.  Lihat saja, setiap hari ratusan bahkan ribuan orang mempromosikan aplikasi ini di berbagai media sosial dan blog.

Sebuah fenomena yang wajar mengingat cukup mudah (bukan sangat mudah) untuk mendulang uang dari aplikasi android ini. Apalagi untuk menjalankan aplikasi sumber uang ini, seseorang tidak perlu mengeluarkan modal alias gratis. Jadi tidak akan ada risiko rugi sama sekali jika seseorang menjalankan Whaff Rewards.

Persyaratan untuk menjalankan aplikasi ini juga sangat mudah. Seseorang hanya membutuhkan handphone berbasis android, paket data atau wifi aktif dan akun Facebook untuk login. Jadi siapapun bisa menjalankan Whaff Rewards termasuk anak yang belum punya KTP.

Salah satu magnet lainnya dari Whaff Rewards adalah kesuksesan orang Indonesia bernama Bagas Pramudita yang menduduki peringkat pertama pendapatan Whaff Rewards seluruh dunia. Total penghasilan dia dari aplikasi ini sudah lebih dari Rp 300 juta. Tentu saja, ini menjadi inspirasi banyak orang untuk meraih kesuksesan yang sama.

Baca: Gamer Tercantik ini Berasal dari Indonesia

Di tengah popularitas Whaff Rewards, sejumlah anggapan atau persepsi yang salah beredar di dunia maya. Beberapa anggapan sengaja diciptakan oleh seseorang untuk menjebak dengan informasi yang salah dan mengambil keuntungan dari orang lain. Sebagian anggapan lainnya berasal dari kegagalan seseorang menjalankan Whaff Rewards dengan cara curang, sehingga memunculkan persepsi yang salah.

Update: Whaff Rewards dan Whaff Locker sudah tidak lagi membayar sejak Mei 2018. Harap abaikan berbagai tawaran yang diberikan oleh aplikasi tersebut.

Berikut ini 5 mitos yang salah tentang Whaff Rewards yang beredar di dunia maya:

1. Bikin cepat kaya

Ada banyak promosi berlebihan yang dilakukan orang di media sosial. Mereka mempromosikan Whaff Rewards bisa memberikan penghasilan yang sangat besar misalnya Rp 500 ribu per hari. Tujuannya mungkin agar bisa membuat orang tertarik download dan memasukan invitation code yang dibagikannya.

Promosi tersebut tentu saja sangat berlebihan. Logikanya begini, pendapatan Bagas Pramudita yang menduduki peringkat pertama saja hanya sekitar Rp 11 juta per bulan. Artinya, penghasilan dia per hari masih kurang dari Rp 500 ribu.

Meskipun tidak menutup kemungkinan seseorang bisa meraih pendapatan Rp 500 ribu per hari bahkan lebih, tapi promosi yang seolah-olah Whaff Rewards bisa membuat orang cepat kaya terlalu berlebihan. Kalau targetnya cepat kaya dari bisnis online, sebaiknya jangan cuma mengandalkan Whaff Rewards, lakukan juga bisnis online yang lain seperti mengikuti program afiliasi, pay per click, buka toko online dan lain-lain.

Kendati mungkin tidak bisa bikin orang cepat kaya, tapi Whaff Rewards terbukti bisa memberikan seseorang pendapatan yang lumayan. Saya sendiri bisa meraih pendapatan hingga US$ 7 atau dalam rupiah sekitar Rp 90 ribu dalam tempo sehari dari aplikasi ini.

2. Saling invite kode undangan

Banyak sekali orang yang mengajak saling invite kode undangan agar bisa saling bantu meraih pendapatan. Maklum jika kode undangan dimasukan oleh orang lain, ada tambahan pendapatan yang akan diperoleh.

Ajakan seperti itu gampang ditemui mulai dari komentar di Play Store yang menyajikan Whaff Rewards hingga media sosial dan blog. Pengelola Whaff Rewards sampai mengeluarkan kebijakan memblokir/banned orang membagikan kode undangan di komentar Play Store.

Anggapan bisa saling invite kode undangan seperti layaknya PIN BBM adalah salah. Karena pada dasarnya kode undangan hanya bisa dimasukan satu kali pada saat pertama kali seseorang login Whaff Rewards. Setelah itu seseorang tidak bisa lagi memasukan kode undangan orang lain ke akun Whaff Rewards yang dimilikinya.

3. Kode undangan bernilai US$ 10 atau lebih

Ada pula sejumlah bloger yang memberikan informasi palsu soal kode undangan. Mereka seolah-olah mempunyai kode undangan dari hacker yang bisa langsung mengisi saldo Whaff Rewards sebesar US$ 10 – US$ 50 ketika kode tersebut dimasukan.

Faktanya, informasi tersebut hanya sebuah jebakan agar orang lain mau memasukan kode undangannya dan dia mendapatkan penghasilan. Jika kode undangan tersebut dimasukan ketika login Whaff Rewards maka bonus yang diberikan juga sama US$ 0,30 bukan US$ 10.

Dari Whaff Rewards sendiri tidak pernah memberikan promosi kode undangan tertentu dengan bonus lebih besar. Jadi informasi kode undangan hacker senilai US$ 10 adalah palsu. Untuk mendapatkan penghasilan yang maksimal, kerjakan semua tugas yang diberikan Whaff Rewards dan jangan lupa promosikan kode undanganmu juga agar ada tambahan penghasilan.

4. Scam atau penipuan

Ada pula bloger yang menyebut Whaff Rewards sebagai program penipuan atau scam karena tidak membayar penggunanya sesuai yang dijanjikan. Tapi pengalaman saya menjalankan program ini secara normal selalu dibayar 1-3 hari setelah permintaan pembayaran dilakukan.

Jika mungkin ada seseorang yang diblokir atau dibanned ketika meminta pembayaran, sebaiknya membaca dan mencermati sekali lagi sejumlah aturan dan larangan oleh Whaff Rewards. Larangan tersebut dibuat karena bisa dimanfaatkan oleh seseorang untuk berbuat curang. Misalnya dengan menggunakan handphone yang sama untuk login Whaff Rewards dan memasukan kode undangan tertentu berulang kali agar saldo cepat bertambah.

Baca: Fakta Terungkap Jelang Peluncuran Android N

5. Bikin lambat kinerja android

Ada yang bilang instal Whaff Rewards membuat kinerja handphone android menjadi lambat atau lemot. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar karena aplikasi ini hanya memakan ruang sekitar 21 MB. Ukuran tersebut masih jauh lebih kecil dari aplikasi Facebook, Line dan lain-lain.

Jika pun seseorang menginstal aplikasi-aplikasi yang ditawarkan Whaff Rewards sebenarnya bisa langsung di uninstal begitu bonus aktivitas instal sudah diperoleh. Jadi menjalankan program Whaff Rewards tidak akan membuat handphone lemot.

Demikian ulasan tentang 5 anggapan yang salah tentang Whaff Rewards.
Semoga bermafaat!

10 thoughts on “5 Mitos yang Salah Tentang Whaff Rewards

  1. permisi mau tanya, kode undangan saya ko tidak bisa dipakai teman saya yang baru menggunakan waff kenapa ya? terus ciri2 di banned waff gimana kak?trims

  2. Kadang whaff rewards tdk muncul kode undangan ketika pertama kali instal. Saya pernah tanya ke whaff lewat email. Intinya disarankan setalh instal dan login dg fb untuk membuka "cara menggunakan" terlebih dahulu. Jika tdk bisa jg. Saran saya, uninstal whaff rewards dan instal whaff locker. Disitu buka cara menggunakan lalu masuk ke invite friend disitu ada kolom untuk memasukan kode undangan dan isi capcha. Semoha brhasil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *